Wawancara dengan Chafidz Yusuf Terkait Raymond/Joaquin: Saya Bilang, Sudah Terusin Saja Tengilnya
CHAFIDZ Yusuf merupakan pelatih bulu tangkis spesialis ganda yang dikenal memiliki insting tajam dalam meracik pasangan top dunia di Pelatnas PP PBSI.
Dia pernah termasuk melahirkan duet top dunia seperti Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu.
Saat menjadi pelatih kepala Pelatnas Pratama pada Januari 2025, ia melakukan perombakan dengan menyatukan Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin berdasarkan cetak biru permainan Marcus/Kevin.
Karakter Raymond yang memiliki pukulan kencang diproyeksikan sebagai penggebuk seperti Marcus Gideon. Sementara Joaquin dibentuk menjadi playmaker cerdas dan cepat layaknya Kevin Sanjaya.
Dalam wawancaranya, Chafidz mengungkapkan rasa bangganya terhadap progres kilat Raymond/Joaquin yang sukses menembus Pelatnas Utama dan melaju ke semifinal All England dan final Indonesia Open 2026 dalam kurun waktu 1,5 tahun berpasangan.
Keberhasilan ini ditopang oleh porsi latihan keras tiga kali sehari serta mentalitas kukuh kedua atlet yang kerap meminta porsi latihan tambahan secara mandiri.
Terkait gaya main keduanya yang kerap dicap tengil di lapangan, Chafidz justru mendukung penuh gaya tersebut selama berdampak positif untuk mendongkrak kepercayaan diri dan merusak konsentrasi lawan.
Berikut wawancaranya.
Bagaimana awalnya Raymond berpasangan dengan Joaquin?
Oke. Ini kan sudah lebih dari satu tahun. Pada saat Januari 2025 saya mulai kerja. Pada awalnya, saya lihat semua materi Pelatnas Pratama yang ada. Setelah melihat, saya kan juga otomatis nanya prestasi apa yang sudah mereka raih. Ternyata ya, memang kurang ya.
Baca selengkapnya...