Mengapa Kita Harus Berhenti Mengeluh dan Mulai Belajar dari Jose Bordalas
DI PINGGIRAN selatan Madrid, ketika aspal terasa lebih panas dan gedung-gedung beton kehilangan kemilau metropolitan ibu kota, terdapat sebuah tempat yang oleh penduduk lokal disebut sebagai Coliseum.
Akan tetapi, jangan tertipu oleh namanya yang megah. Coliseum Alfonso Perez bukanlah tempat bagi gladiator yang mencari kemuliaan melalui pertarungan-pertarungan keras yang tetap memiliki estetika. Coliseum Alfonso Perez adalah teater tempat hiburan dikorbankan demi kelangsungan hidup.
Di pusat panggung itu, berdiri seorang pria dengan setelan jas yang begitu rapi hingga tampak seperti baju zirah. Dia menatap lapangan dengan intensitas yang bisa membuat es mencair. Atau lebih pasnya, membuat lutut pemain lawan gemetar.
Selamat datang di dunia Jose Bordalas. Dunia saat penguasaan bola adalah sebuah beban, sirkulasi pendek adalah sebuah dosa, dan rasa sakit lawan adalah sebuah indikator kinerja utama.
Baca selengkapnya...