.
Share this Post:

Tanda Cinta Mendalam An Se-young kepada Penonton Istora

BEGITU video Hawk-Eye menunjukkan smes menyilang Chen Yufei masuk dan menghasilkan poin, An Se-young langsung bangkit, mendatangi, dan bersalaman dengan pelatihnya asal Indonesia Rony Agustinus. Dengan lembut, Rony lantas menepuk-nepuk kepala Se-young. Sejurus kemudian, Se-young kembali ke lapangan dan memberikan penghormatan kepada penonton dengan cara menunduk ke empat sisi Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.

Se-young lantas mengangkat kedua tangannya ke atas kepala untuk membentuk tanda hati. Sebuah simbol persembahan tanda cinta mendalam kepada penonton Kapal Api Indonesia Open 2024. Se-young memang kalah di partai final melawan tunggal putri terbaik Tiongkok Chen Yufei dalam pertarungan keras rubber game dengan skor 14-21, 21-14, dan 18-21. Namun, tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan itu memenangkan cinta penonton Istora.

Walaupun tiga tahun terakhir gagal menjadi juara Kapal Api Indonesia Open, Se-young mengaku sangat bahagia dengan dukungan penonton Indonesia. Lebih bahagia lagi karena ayahnya, An Jung-hyun dan ibunya, Lee Hyun-hee, hadir sejak hari pertama Kapal Api Indonesia Open 2024. Dorongan moral dari kedua orang tuanya sangat penting bagi Se-young.

An Jung-hyun bahkan tidak segan untuk berteriak keras untuk menyemangati Se-young. Pekikan antusias itu lantas diikuti oleh para penonton di Istora yang kompak menggemakan nama An Se-young! An Se-young! An Se-yong! setiap kali dia bermain baik dan mendapatkan poin. Dukungan semakin menggetarkan karena penonton bersama-sama memukul dua balon tepok setiap kali selesai meneriakkan kata "An Se-young".

"Kaget juga dengan atmosfer Istora yang meriah. Saya juga terharu karena penonton tidak hanya mendukung pemain Indonesia tetapi juga penonton dari negara lain," ucap sang ibu, Lee Hyun-hee.

Meski gagal menjadi juara Kapal Api Indonesia Open 2024, orang tua dan pelatih masih bisa berlega hati karena kondisi fisik dan mental Se-young semakin fit jelang Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung Juli mendatang.

ASY (1)
An Se-young berpose bersama kedua orang tuanya (kanan) dan pemain Tiongkok Chen Yufei setelah final Kapal Api Indonesia Open 2024. (Ainur Rohman/Fantasista.Id)

Gerakan Se-young sudah sangat normal. Dia juga berani mengambil dan mengejar bola-bola sulit. Se-young memang sempat meminta medical treatment pada game ketiga final melawan Chen Yufei. Saat itu, Se-young tertinggal lima poin. Tetapi, pasca perawatan tersebut, Se-young tetap berada dalam kondisi prima. Dia terus memberikan tekanan dan menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Dalam situasi sangat kritis, Chen Yufei lepas dari tekanan, mencetak tiga angka beruntun, mengalahkan musuh terbesarnya, dan mempertahankan trofi Kapal Api Indonesia Open.

Dua hari sebelum final, setelah kemenangan atas pemain Tiongkok lainnya He Bingjiao pada perempat final Kapal Api Indonesia Open 2024, Se-young mengatakan dengan mantap bahwa kondisi fisiknya sudah seratus persen fit. Se-young menegaskan bahwa dia sudah bebas dari rasa takut, trauma, rasa ragu.

Sepanjang tahun ini, Se-young memang masih terus dihantui oleh momok cedera lutut kanan yang dia dapatkan pada final Asian Games Hangzhou 2023. Foto lututnya yang bengkak menghitam dan dibebat perban pada India Open 2024, sempat ramai menjadi perbincangan di media sosial.

Final Asian Games 2023 sendiri menunjukkan kualitas mental dan tekad Se-young yang luar biasa. Meskipun dalam kondisi cedera sejak game pertama, Se-young bermain dahsyat untuk memukul andalan tuan rumah Chen Yufei dalam pertarungan panjang selama 1,5 jam. Se-young mengambil game pertama dengan skor 21-18, lalu kehilangan game kedua dengan 17-21, dan tampil fantastis untuk memenangkan game ketiga dengan skor telak 21-8.

"Saat pertandingan game pertama, saya mendengar ada bunyi krak pada lutut saya. Rasanya ada dislokasi. Saya harus melakukan medical checkup untuk meyakinkan apakah saya terus bertanding atau berhenti. Rasanya menyakitkan," ucap Se-young pada konferensi pers setelah pertandingan.

"Saya bisa berjalan meskipun sangat sakit. Tetapi saya harus terus bertarung karena mungkin ini adalah kesempatan pertama dan terakhir saya untuk meraih emas," imbuhnya.

Se-young sukses besar meraih emas Asian Games 2023, target tertingginya pada tahun lalu. Dia menjadi tunggal putri Korea Selatan pertama dalam 29 tahun yang mampu meraih emas Asian Games. Keberhasilan itu melengkapi kesuksesan Se-young yang sebelumnya berhasil menjadi juara dunia, menjadi kampiun All England, dan meraup delapan gelar BWF World Tour lainnya.

Setelah Asian Games 2023, sebulan kemudian Se-young langsung tampil di Kumamoto Japan Masters. Terlihat jelas pemain 22 tahun tersebut tidak berada dalam kondisi puncak. Menghadapi Chen Yufei pada semifinal, Se-young kalah dengan sangat telak. Dia hanya mampu mendapatkan 8 poin di game ketiga.

Setelah itu, pada dua turnamen sisa 2023, performa Se-young menurun dan bahkan gagal untuk sekadar masuk final. Setelah istirahat sebulan, Se-young meraih hasil maksimal dengan menjadi juara turnamen awal tahun, Malaysia Open 2024.

ASY Cedera AG2023 - Yonhap
An Se-young saat mengalami cedera lutut di Asian Games 2023. (Yonhap)

Tetapi, setelah naik ke podium tertinggi di Kuala Lumpur, keraguan publik kepada kondisi Se-young kembali mengemuka saat dia mundur pada game kedua perempat final India Open 2024 melawan pemain Singapura Yeo Jia Min.

Pada semifinal All England 2024 yang berlangsung Maret, An Se-young sempat mendapatkan perawatan medis pada jeda game kedua. Pada game ketiga, kondisi An Se-young semakin mengkhawatirkan. Dia mengalami kesakitan pada betis kirinya. Beberapa kali dia menggoyang-goyangkan dan bahkan memukuli betisnya. Se-young benar-benar tidak bisa bermain normal dan kalah 14-21 melawan tunggal putri nomor satu Jepang Akane Yamaguchi di game penentuan.

Setelah All England, Se-young terhenti pada perempat final Kejuaraan Asia 2024 dan absen pada semifinal Piala Uber 2024 melawan tim Indonesia.

Tiga pekan lalu, Se-young mencoba memberikan penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada tubuhnya. Pada akun Instagram pribadinya, Se-young menulis bahwa dia harus mengakhiri spekulasi yang mulai liar terkait cederanya. Se-young mengaku cukup tertekan dengan isu-isu yang terus berhamburan.

Se-young bercerita, setelah Asian Games, dia menjalani rehabilitasi dalam tempo 2 sampai 6 pekan. Tetapi rasa sakit pada lututnya tidak sepenuhnya musnah. Jadi, dia memutuskan pindah ke rumah sakit lain setelah berlaga di BWF World Tour Finals yang berlangsung Desember.

Ternyata, fraktur pada kakinya tidak bisa sembuh dalam waktu dekat. Jadi, Se-young harus berdamai dan bergulat dengan rasa sakit hingga menjelang Olimpiade Paris 2024. Dengan berjalannya waktu, Se-young merasa bahwa kondisi kakinya terus membaik. Secara psikologis, dia juga merasa lebih nyaman karena bisa lebih fokus menatap Olimpiade ketimbang berpikir soal hasil-hasil pada turnamen BWF World Tour.

Se-young juga memberikan klarifikasi soal mengapa dia absen di semifinal Piala Uber menghadapi Indonesia. Se-young menuturkan, saat itu ususnya bermasalah akibat stres. Jadi, dia gagal bermain bukan karena bermasalah pada lutut.

"Pada sisa waktu yang tersisa, saya akan menyiapkan diri saya dengan baik agar tidak menyesal di Olimpiade daripada berpikir soal hasil-hasil pertandingan saat ini," kata Se-young.

"Saya mendapatkan perawatan yang baik dan saya berlatih dengan keras. Jika kamu memberikan semangat dan sabar menunggu alih-alih khawatir soal cedera, saya akan berusaha mencapai semua ekspektasi," pesan Se-young kepada para pendukungnya.

Setelah Uber Cup 2024, Se-young bermain solid untuk menjadi juara Singapore Open 2024. Saat itu, dia mengatakan kondisinya sudah 100 persen. Sepekan kemudian, An Se-young mencapai final Kapal Api Indonesia Open 2024. Back-to-back final pada turnamen penting berlabel Super 750 dan Super 1000, tentu saja adalah hasil yang sangat positif.

"Berkat dukungan tim dan pelatih, kondisi saya sudah seratus persen dan saya sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi di Asian Games. Sekarang, saya hanya berpikir ke depan," kata An Se-young kepada saya lewat penerjemah.

“Secara bertahap, saya belajar bagaimana mengatasi stres yang disebabkan oleh efek samping dari cedera. Saya memang sering menangis dan bahkan bertengkar dengan pelatih. Saya frustrasi karena kondisi saya tidak kunjung membaik. Tetapi sekarang saya merasa jauh lebih tenang dan yakin bahwa tubuh saya sudah sangat sehat," imbuhnya.

Kapal Api Indonesia Open 2024 adalah turnamen terakhir Se-young sebelum Olimpiade Paris 2024. Pada masa krusial itu, tunggal putri Korea Selatan pertama yang menjadi juara dunia itu berjanji akan menjaga kondisi fisiknya dengan baik. "Semua aspek lain juga akan saya tingkatkan," tegasnya.

Pelatih Se-young asal Indonesia Rony Agustinus mengatakan bahwa setiap kali pergi ke turnamen setelah Asian Games 2023, pihaknya selalu berkonsultasi dengan dokter terkait kondisi Se-young. Apakah dia bisa main pada sebuah turnamen ataukah harus absen.

Menurut Rony, Singapore Open dan Kapal Api Indonesia Open 2024 adalah turnamen yang sangat penting untuk mengukur kesiapan mental dan fisik Se-young jelang Olimpiade Paris 2024.

"Kami berharap peak moment-nya di Olympic. Setelah turnamen ini (Kapal Api Indonesia Open 2024), kami akan langsung bersiap untuk menuju Olympic," ucap Rony.

"Tahun ini, planning utama kami adalah Olympic, kalau tahun kemarin target utama kami adalah Asian Games. Sebelum-sebelumnya, proses utamanya adalah memperkuat kepercayaan diri dia sebagai pemain. Sebagai pelatih, kami harus meningkatkan rasa percaya diri dan menjaganya baik-baik agar dia bebas dari cedera," tambah Rony.

Rony mengatakan bahwa Se-young memang menyimpan trauma dan rasa takut karena cedera di Asian Games 2023. Nah, di sinilah pelatih, dokter, dan psikolog berperan penting untuk melenyapkan rasa takut dan mempertebal kepercayaan diri Se-young. Tim di belakang layar, imbuh Rony, terus memastikan agar Se-young berada di kondisi puncak pada Paris 2024.

"Trauma itu memang dari diri sendiri dan itulah pentingnya turnamen untuk menghilangkan rasa takut. Pada sesi latihan, kami memang bisa mengontrol dan membantu. Tetapi saat pertandingan, suasananya beda. Olympic adalah turnamen, bukan training, dan rasa percaya Se-young adalah hal terpenting," kata Rony.

"Se-young memang dijagokan untuk meraih emas Olympic Paris. Kalau dikatakan beban ya memang beban. Tetapi kami harus membalikkan beban itu sebagai motivasi besar bagi An Se-young. Empat tahun masa persiapan Olympic adalah waktu yang panjang dan tidak sebentar. Tidak hanya bagi An Se-young tetapi bagi banyak pemain lain di dunia ini," tambah mantan pelatih Indonesia, Malaysia, dan Vietnam tersebut.

ASY
An Se-young menuliskan kata-kata motivasi pada tangannya. (An Se-young/Instagram)

Sang Ibu, Lee Hyun-hee mengatakan bahwa keluarga terus mendukung Se-young secara mental dan perasaan. Terutama pasca cedera di Asian Games 2023. Se-young, kata Hyun-hee, bukan tipe pemain yang mudah tenggelam dalam lumpur kesedihan ketika menelan sebuah kekalahan. Jadi dia tidak khawatir dengan kegagalan Se-young menjadi juara Kapal Api Indonesia Open 2024.

Hyun-hee menuturkan, Se-young adalah pemain yang fokus dalam memperbaiki kekurangan. Juga belajar sangat tekun untuk mencari jawaban mengapa dia sampai kalah dalam sebuah pertandingan.

Hyun-hee mengatakan, sebagai orang tua dia sangat bangga kepada Se-young. Apalagi anak pertamanya itu mampu meraih mimpi-mimpi besarnya secara bertahap. Mulai menjadi juara All England, menjadi juara dunia, menjadi pemain nomor satu dunia, hingga meraih emas Asian Games.

"Se-young adalah anak yang sangat rajin dan giat. Jadi, kami sangat percaya dia dapat meraih mimpinya meraih emas Olimpiade Paris," kata Hyun-hee lantas tersenyum  lebar. (*)