.
Share this Post:

Simone Inzaghi yang Telah Melepaskan Diri dari Bayang-Bayang sang Kakak

KETIKA menyebut nama Inzaghi, dalam beberapa tahun terakhir, sering lebih tertuju kepada Simone Inzaghi. Kariernya sebagai pelatih Lazio dan kemudian Inter Milan yang membuat nama Inzaghi kini jauh lebih melekat kepada dirinya ketimbang sang kakak, Filippo Inzaghi.

Situasi yang jauh berbeda dengan era akhir 1990-an hingga Filippo memutuskan pensiun di AC Milan pada 2012. Inzaghi melekat kepada Filippo dan Simone berada di balik bayang-bayang sang kakak yang kariernya terang benderang sebagai striker timnas Juventus, AC Milan, dan Timnas Italia.

Sebagai pemain, Filippo pernah berjaya bersama Milan dengan dua scudetto dua juara Liga Champions, dan beberapa gelar lain. Simone pun bukan medioker. Dia bagian dari skuad Lazio saat scudetto pada 1999-2000. Tiga kali juara Coppa Italia. Meski begitu, tetap di balik bayang-bayang sang kakak.

Situasi berubah tatkala menjadi pelatih. Setelah bersinar bersama Lazio dengan satu trofi Coppa Italia dan dua trofi Piala Super Italia, Simone Inzaghi direkrut Inter Milan. Meski belum mampu hasilnya scudetto, tapi koleksi trofi terus dia lakukan.

Sejak dia gabung ke Inter pada 2021, Coppa Italia dan Piala Super Italia tidak lepas dari genggamannya. Dalam karier Simone, baru sekali dia kalah dalam delapan laga puncak perebutan trofi. Kini, tantangan besar ada di depan mata: final Liga Champions pada 11 Juni di Istanbul.


Baca selengkapnya...