.
Share this Post:

Lionel Messi dan Pelipur Lara Bangsa yang Sedang Kalah

SEPAK bola seringkali menjadi tempat kita melarikan diri dari kepenatan hidup. Selama 2x45 menit atau kadang lebih, kita sejenak lupa deadline pekerjaan, tidak khawatir bangun kesiangan, lalai akan persiapan ujian keesokan hari, atau bahkan mengabaikan pesan beruntun dari kekasih yang sedang merajuk.

Bagi warga Argentina, lebih dari itu. Ketika Lionel Messi dkk bertanding, mereka lupa sejenak akan harga bahan bakar minyak yang melambung tinggi, bahan pokok yang sulit terbeli, lapangan pekerjaan yang semakin sempit, dan inflasi yang nyaris menyentuh 100 persen.

Argentina berada di ambang status negara gagal. Rakyat kehilangan kepercayaan akan peso, mata uang mereka. Bahkan, tren barter barang kebutuhan pokok mulai dilakukan. Hujatan tertuju kepada semua politisi. Dan, hanya kepada Lionel Messi dkk mereka menitipkan harapan akan kebahagiaan.

Jadi, momen ketika Lionel Messi mengangkat trofi Piala Dunia 2022, itulah juga sekaligus momentum warga Argentina bisa menegakkan kepalanya yang sedang tertunduk. Jalanan Buenos Aires, Rosario, dan kota-kota di Argentina dipenuhi dengan pawai, bukan demonstrasi terdampak inflasi.

Entah besok mereka akan makan apa, bagaimana caranya mencari pekerjaan baru, itu urusan nanti. Hari ini, pekan ini, mereka berpesta. Sudah 36 tahun, trofi Piala Dunia tidak mereka rengkuh. Sekian lama, mereka menanti Messi menyamai apa yang telah dipersembahkan Diego Maradona.


Baca selengkapnya...